Cegah Resiko Kanker Dengan Buah Delima

Banyak cara untuk mencegah terjadinya berbagai macam jenis penyakit kanker, sepertihalnya cegah resiko kanker dengan buah delima.

Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung kesalah satu situs resmi milik alfian herbal, yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia. Dalam kesempatan kali ini, kami akan berbagi informasi seputar kesehatan yang akan meliputi cegah resiko kanker dengan buah delima.

Cegah resiko kanker dengan buah delima | Tidak seperti pohon buah-buahan lainnya, pohon buah delima terlihat lebih jarang terlihat ditanam orang dihalaman atau pekarangan rumah orang. Hal ini seperti membuktikan jika pohon buah delima adalah tanaman buah yang langka. Namun sebenarnya dibeberapa negara, buah delima telah banyak dibudidayakan secara komersial. Ini membuktikan jika orang disana mengetahui akan khasiat buah delima bagi kesehatan, sehingga permintaan dipasar cukup tinggi.

Sekilas Informasi Seputar Buah Delima dan berbagai Manfaatnya Yang Perlu Anda Ketahui

cegah resiko kanker dengan buah delimaDelima (punica granatum) adalah tanaman buah-buahan yang dapat tumbuh hingga 5–8 m. Tanaman ini diperkirakan berasal dari Iran, namun telah lama dikembangbiakkan di daerah Mediterania. Bangsa Moor memberi nama salah satu kota kuno di Spanyol, Granada berdasarkan nama buah ini. Tanaman ini juga banyak ditanam di daerah Cina Selatan dan Asia Tenggara.

Delima berasal dari Timur Tengah, tersebar di daerah subtropik sampai tropik, dari dataran rendah sampai di bawah 1.000 m dpl. Tumbuhan ini menyukai tanah gembur yang tidak terendam air, dengan air tanah yang tidak dalam. Delima sering ditanam di kebun-kebun sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan.

Bentuk pohon perdu atau pohon kecil dengan tinggi 2–5 m. Batang berkayu, ranting bersegi, percabangan banyak, lemah, berduri pada ketiak daunnya, cokelat ketika masih muda, dan hijau kotor setelah tua. Daun tunggal, bertangkai pendek, letaknya berkelompok. Helaian daun bentuknya lonjong sampai lanset, pangkal lancip, ujung tumpul, tepi rata, pertulangan menyirip, permukaan mengkilap, panjang 1–9 cm, lebar 0,5–2,5 cm, warnanya hijau.

Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di ketiak daun yang paling atas. Biasanya, terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah, putih, atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Buahnya buah buni, bentuknya bulat dengan diameter 5–12 cm, warna kulitnya beragam, seperti hijau keunguan, putih, cokelat kemerahan, atau ungu kehitaman. Kadang, terdapat bercak-bercak yang agak menonjol berwarna tebih tua. Bijinya banyak, kecil-kecil, bentuknya bulat panjang yang bersegi-segi agak pipih, keras, tersusun tidak beraturan, warnanya merah, merah jambu, atau putih.

Macam-macam delima

Dikenal tiga macam delima, yaitu delima putih, delima merah, dan delima ungu. Perbanyakan dengan setek, tunas akar atau cangkok. Pome atau delima sering ditanam sebagai tanaman hias, tanaman obat, atau karena buahnya yang dapat dimakan. Buah delima dapat dimakan dalam keadaan segar, sebagai campuran rujak buah, salad buah, jus atau sari buah. Untuk membuat jus delima sebaiknya diminum dengan bijinya karena di dalam biji banyak terkandung senyawa polifenol.

Manfaat delima untuk kesehatan tubuh

Manfaat delima tersebut bisa diperoleh dengan berbagai cara, seperti dalam bentuk sari buah atau bisa juga memakan bijinya, sirup, pasta atau konsentrat delima. Secara tradisional, buah delima biasa digunakan untuk membersihkan kulit dan mengurangi peradangan pada kulit. Jus buah delima juga bisa mengurangi derita radang tenggorokan. Menurut penelitian yang dilakukan oleh American Journal of Clinical Nutrition, buah delima yang kaya antioksidan ini bisa mencegah oksidasi LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh.

Selain yang sudah disebutkan tadi, khasiat buah delima bagi kesehatan antara lain dapat untuk penyakit-penyakit seperti: gangguan perut, gangguan jantung, kanker, perawatan gigi, rematik, kurang darah dan diabetes.

Di Asia, sari buahnya juga dikentalkan menjadi suatu sirup yang digunakan sebagai saus. Di Mesir buah ini dijadikan semacam minuman anggur, sirup, dan sari buah. Dalam satu gelas sari delima lebih banyak kandungan antioksidannya dibandingkan dengan satu gelas red wine, green tea atau orange juice. Di Amerika, produk sari buah delima yang dikenal sebagai pom wonderful menjadi tren minuman kesehatan terkini.

Minuman sari buah delima dikenal sebagai sari buah sehat, tinggi khasiatnya. Sari buah delima tinggi kandungan ion kalium (potasium), vitamin A, C dan E serta asam folic. Dari bagian biji yang dapat dimakan, kandungan kalium per 100 gram (259 mg/gr), energi 63 kal, 30 mg vitamin C. Komponen ini dianggap sangat penting bagi kesehatan jantung (Time, Desember 2003).

Sari buah delima juga tinggi kandungan flavonoidnya, suatu jenis antioksidan kuat yang penting perannya untuk mencegah berkembangnya radikal bebas di dalam tubuh sekaligus memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak, serta mampu dalam memberikan perlindungan terhadap penyakit jantung, kanker kulit, dan kangker prostat. Antioksidan yang terkandung didalamnya membantu mencegah penyumbatan pada pembuluh darah arteri oleh kolesterol.

Bahkan kandungan antioksidan dalam buah delima jumlahnya tiga kali lebih banyak daripada wine atau teh hijau. Peneliti dari Vanderbilt University Medical Center menemukan bahwa orang yang meminum jus 3 kali atau lebih dalam seminggu, dapat menurunkan risiko terkena alzheimer hingga 76% dibandingkan orang yang tidak minum jus sama sekali. Dikutip dari wikipedia_

Penelitian Mengenai Buah Delima Dapat Mencegah Kanker

Baru baru ini sebuah studi dirilis tentang manfaat buah delima , salah satu hasil riset menyebutkan bahwa delima bisa mencegah penyebab sel-sel kanker prostat didalam tubuh. Zat apa yang dikandung buah delima sehingga memiliki khasiat luar biasa tersebut?

Para peneliti menemukan adanya zat ingredient yang aktif dalam segelas jus delima. Ingridient itu adalah phenylpropanoids, hydrobenzoic acid, flavones dan conjugated fatty acids yang mempunyai impact molekular pada adhesi dan migrasi sel pada sel-sel kanker prostat metastatik.

Efek jus delima berefek pada protein yang dihasilkan di sumsum tulang yang menyebabkan sel-sel berpindah ke tulang dimana mereka dapat membentuk tumor baru. Jus delima tampaknya bisa menghambat fungsi protein ini dan karena jus delima bisa mencegah metastatis sel-sel kanker prostat ke tulang.

Dengan adanya temuan ini, maka para peneliti sekarang bisa melakukan modifikasi komponen pencegah kanker didalam jus delima untuk meningkatkan fungsinya dan membuatnya lebih efektif dalam mencegah penyebab kanker prostat dan bisa menciptakan terapi obat yang lebih efektif.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai cegah resiko kanker dengan buah delima, semoga obat herbal yang kami rekomendasikan ini bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih atas kunjungannya.

Baca juga : Tips Mengontrol Gangguan Bipolar

Terus kunjungi situs http://obatlemahsyahwatpalingampuh.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Cegah Resiko Kanker Dengan Buah Delima

label, , , ,

About the author

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *