Tidur Bersama Orang Tua Memicu Asma Pada Balita

Benarkah Tidur Bersama Orang Tua Memicu Asma Pada Balita ?

Sebagai orang tua baru biasanya Anda tidak ingin lepas dari sang buah hati. Sehingga anda memutuskan untuk tidur bersama bayi dalam satu ranjang.

Selamat datang dan terimakasih karena telah berkunjung ke salah satu situs resmi milik Alfian Herbal yang merupakan agen resmi pusat penjualan obat herbal online terbesar dan terpercaya di indonesia. Untuk kesempatan kali ini kami akan berbagi informasi penting seputar Tidur Bersama Orang Tua Memicu Asma Pada Balita

asma-anakTidur Bersama Orang Tua Memicu Asma Pada Balita || Apakah benar, Balita yang tidur bareng orangtuanya bisa terkena penyakit asma ? Penelitian menunjukkan hal itu walau belum secara jelas menerangkan bagaimana itu terjadi. Untuk bayi sendiri sebenarnya tidak boleh berbagi kasur dengan orangtua sebab memicu risiko sudden infant death syndrome . Dalam laporan yang dirilis di European Respiratory Journal, disebutkan bahwa dikemudian hari ketika anak berusia enam tahun, akan bisa terkena asma kalau tidur bersama orangtua.

Jika benar, Apa saja yang jadi Pemicu Asma?

Penyebab dasar asma belum diketahui. Walau demikian banyak faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko seseorang terkena asma.  Berikut ini adalah beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan timbulnya asma atau membuat asma pada anak menjadi makin parah, antara lain:

  1. Lahir dalam kondisi berat badan di bawah normal.
  2. Lahir prematur.
  3. Paparan asap rokok, termasuk saat masih dalam kandungan dan setelah dilahirkan.
  4. Terdapat riwayat anggota keluarga yang mengidap asma, eksim, gatal-gatal, atau rhinitis.
  5. Infeksi saluran pernapasan yang terjadi berulang-ulang dan bersifat parah seperti pneumonia.
  6. Riwayat alergi yang pernah dialami seperti pada kulit atau eksim, dan alergi makanan.
  7. Paparan polusi udara atau asap rokok saat masih di dalam kandungan dan setelah lahir.
  8. Anak laki-laki lebih berisiko mengidap asma daripada anak perempuan.

Apa Sajakah Tanda-tanda Anak yang Mengidap Asma?

Gejala asma sudah dapat dikenali pada usia balita. Pada tiap anak di berbagai usia, gejalanya dapat sangat bervariasi. Sebagian anak dapat merasakan gejala ringan yang dirasakan hampir pada tiap hari. Gejala ini dapat memburuk ketika terpapar pemicu tertentu seperti udara dingin atau asap rokok. Sementara beberapa anak lain jarang merasakan gejala, namun dalam seketika bisa mengalami serangan yang berat. 

Berikut ini adalah gejala-gejala asma yang umumnya dialami:

  1. Batuk yang bersifat menetap/ tidak kunjung sembuh.
  2. Kesulitan bernapas. Jika anak Anda masih bayi, Anda dapat mendeteksi kesulitan bernapas si kecil saat menyusui atau memberinya makan.
  3. Mengi atau muncul bunyi saat bernapas.
  4. Saat beraktivitas, anak tampak kurang bertenaga, mudah lemas, dan sering batuk.
  5. Tarikan napas yang pendek dan cepat.
  6. Retraksi atau dada bergerak naik turun ketika bernapas.
  7. Si kecil sering merasakan sesak di dada.
  8. Bronkitis yang terjadi berulang kali dapat menjadi pertanda asma pada balita.

Dr Maartje Luijk, dari Erasmus University Rotterdam Belanda, mengatakan penelitian ini memberikan suatu petunjuk. Tidak ditemukan gejala asma pada balita berusia dua tahun. Ketika anak-anak mencapai usia tiga tahun diagnosa asma meningkat.

Nah, dari penelitian ini kita sebagai orang tua harus waspada terutama jika anak kita berusia tiga hingga enam tahun. Anak bisa diberikan kamar tidur sendiri. Faktor keamanan harus sangat diperhatikan oleh orang tua. Sekian yang dapat kami sampaikan, semoga artikel sederhana ini bermanfaat untuk anda semua.

Terus kunjungi situs http://obatlemahsyahwatpalingampuh.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya, karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga : Mandi Malam Menyebabkan Rematik, benarkah?

Tidur Bersama Orang Tua Memicu Asma Pada Balita

label, ,

About the author

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *