Tips Mengontrol Gangguan Bipolar

Inilah tips untuk mengontrol gangguan bipolar, tentunya bagi anda yang masih awam pasti belum mengetahui seperti apa itu gangguan bipolar dan bagaimana cara mengontrol gangguan bipolar. Nah, berikut pembahasan tentang tips mengontrol gangguan bipolar.

Apa itu Gangguan Bipolar ?

Gangguan bipolar adalah salah satu masalah kejiwaan yang membuat penderitanya mengalami perubahan suasana hati secara fluktuatif dan drastis. Misalnya dari yang murung, tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat bahagia atau sebaliknya.

Pada fase turun atau yang disebut sebagai periode depresi, penderita gangguan bipolar biasanya akan terlihat sedih, lesu, dan tidak bergairah. Sedangkan pada fase naik atau mania, penderita kondisi ini bisa menjadi sangat bersemangat, enerjik, dan banyak bicara.

Jika dilihat dari perputaran episode suasana hati, ada penderita gangguan bipolar yang mengalami keadaan normal di antara mania dan depresi. Meski begitu, ada sebagian penderita yang mengalami perputaran cepat dari fase ke fase tanpa adanya periode normal. Tiap fase gejala yang tergolong parah dapat berlangsung hingga beberapa minggu.

Pada gangguan bipolar, ada juga penderita yang mengalami mania dan depresi secara bersamaan. Misalnya, ketika penderita merasa sangat berenerjik, di saat bersamaan dirinya juga merasa sangat sedih dan putus asa. Gejala yang jarang terjadi ini dinamakan dengan periode campuran.

Penyebab gangguan bipolar

Hingga kini para ahli belum mengetahui penyebab terjadinya gangguan bipolar. Namun mengenai gejala mania atau depresi pada penderitanya, diduga turut dipicu oleh beberapa faktor seperti adanya kelainan pada zat pengantar sinyal di otak.

Faktor pemicu lain yang tidak boleh dianggap enteng adalah stres. Banyak kasus gangguan bipolar yang terjadi pada penderita yang sering mengalami tekanan dalam hidupnya.

Selain stres, gaya hidup yang tidak baik diduga turut memiliki dampak terbentuknya gangguan bipolar dalam diri seseorang, misalnya kecanduan minuman keras dan penyalahgunaan obat-obatan.

Diagnosis gangguan bipolar

Dalam mendiagnosis gangguan bipolar, psikiater akan mencoba mengumpulkan keterangan, baik dari pasien langsung maupun dari keluarga. Psikiater akan bertanya seputar gejala, riwayat kesehatan pasien, dan riwayat kesehatan keluarganya. Misalnya apakah ada anggota keluarga pasien yang mengidap kondisi sama. Selain itu, dokter mungkin melakukan tes darah dan tes urin untuk memastikan gejala yang ada bukan disebabkan oleh penyakit lain.

Berikut Inilah Beberapa Tips Mengontrol Gangguan Bipolar Agar Tetap Terkendali

tips mengontrol gangguan bipolarCatat kegiatan sehari-hari
Hidup dengan gangguan bipolar dapat berarti adanya kemungkinan perubahan suasana hati yang tak terduga sehari-hari. Dengan mencatat kegiatan harian, anda dan dokter bisa mendapatkan pemahaman yang lebih baik mengenai diri anda berdasarkan aktivitas sehari-hari. Dalam banyak kasus sebagaimana perubahan yang terjadi, dokter dapat menyesuaikan atau mengganti obat untuk menjaga gejala-gejala yang anda alami agar tetap di bawah kendali. Cobalah kalender atau buku catatan ukuran saku untuk mencatat kegiatan anda sehari-hari.

Terapi Bicara
Obat sangat penting untuk menjaga gangguan bipolar tetap terkendali, begitu pula halnya dengan terapi bicara atau disebut juga dengan psikoterapi. Bagian ini cukup penting untuk mendukung peran obat karena dengan psikoterapi, anda akan mendapatkan pengetahuan, bimbingan, dan dukungan untuk mengatasi gejala-gejala yang bisa kambuh kapan saja dan menghindari perilaku-perilaku yang berbahaya.

Obati penyakit medis lainnya
Diabetes, penyakit jantung, obesitas, dan sakit kepala migrain adalah beberapa penyakit medis yang biasanya juga dialami orang dengan gangguan bipolar. Membiarkan penyakit-penyakit tersebut dan tidak diobati, akan membuat kondisi anda semakin buruk. Oleh sebab itu, anda harus lebih peduli terhadap penyakit-penyakit medis lainnya yang juga ikut menyerang dan segera konsultasikan ke dokter mengenai pengobatannya.

Mencari dukungan
Para profesional yang membantu anda untuk menjaga gangguan bipolar tetap terkendali termasuk dokter utama dan psikiater anda adalah orang-orang yang bertanggung jawab atas obat-obatan dan perawatan medis. Psikolog, pekerja sosial, dan penasihat dapat membantu anda dengan terapi bicara dan dukungan emosional. Pastikan anda juga memiliki orang-orang yang juga mendukung anda seperti teman dan terutama keluarga. Anda juga disarankan untuk bergabung dengan komunitas atau kelompok yang memang khusus memperhatikan orang-orang dengan gangguan bipolar. Dengan begitu anda bisa mendengarkan dan berbagi pengalaman anda dengan orang-orang tersebut.

Pertahankan ritme
Ketika terjadi kedua kutub (mania dan depresi) saling menyerang, pola tidur dan pola makan bisa berubah-ubah. Oleh sebab itu, kerahkan kemampuan terbaik anda untuk mengontrol gejala-gejala mania dan depresi tetap pada ritmenya dan sesuai jadwal sehari-hari. Perubahan tidur atau pola makan bisa menjadi tanda kambuhnya gangguan psikologi ini, sehingga memberitahu dokter secepatnya mengenai perubahan tersebut adalah jalan yang terbaik.

Kontrol diri selama fase Mania
Salah satu bahaya dari tingginya perubahan suasana hati adalah kemungkinan untuk membuat keputusan yang buruk. Anda mungkin bisa saja terlalu percaya diri pada saat anda sedang dalam kondisi bahagia (kutub mania) dan mempunyai pendapat sendiri. Namun ingatlah bahwa perasaan tersebut bisa menipu, karena selama suasana hati anda sedang berada pada kutub mania, anda cenderung lebih mudah teralihkan, impulsif, dan tidak realistis. Hal ini dapat menyebabkan perilaku berbahaya dan sembrono yang bisa merugikan diri anda sendiri secara emosional, fisik, dan finansial.

Kontrol diri selama fase Depresi
Ketika anda sedang depresi atau tertekan, anda mungkin akan mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi dan membuat keputusan dengan baik. Sangat penting untuk mengetahui bahwa anda mempunyai pikiran tentang kematian atau bunuh diri. Sekitar 15 persen orang dengan gangguan bipolar mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Jika anda mempunyai pikiran untuk bunuh diri, segeralah konsultasi dengan dokter atau setidaknya hubungi orang terdekat.

Mengonsumsi obat antidepresan
Meskipun tidak ada obat untuk gangguan bipolar, mengonsumsi obat pengontrol suasana hati yang diresepkan dokter setidaknya dapat mengurangi perubahan mood yang tidak jelas dan gejala lainnya. Obat yang dimaksud biasanya adalah antidepresan dan ada juga beberapa obat lainnya yang sejenis. Obat-obatan seperti ini memang memiliki beberapa efek samping. Namun bila tidak mengonsumsinya, akan membuat gejala menjadi lebih buruk. Konsultasikan dengan dokter tentang hal ini.

Hindari narkoba dan alkohol
Menyalahgunakan narkoba dan alkohol sangat umum ditemui pada orang dengan gangguan bipolar. Anda mungkin akan tergoda untuk menumpulkan gejala depresi yang anda alami dengan minum minuman keras atau menggunakan obat-obatan terlarang ketika anda sedang dalam suasana hati bahagia (mania). Perilaku tersebut akan membuat kondisi anda lebih buruk dan memicu kekambuhan. Oleh sebab itu hindari obat-obatan terlarang dan alkohol.

Nah itulah yang dapat kami sampaikan mengenai tips mengontrol gangguan bipolar, semoga artikel sederhana yang kami kutip ini bermanfaat untuk anda semua. Terimakasih atas kunjungannya., terus kunjungi situs http://obatlemahsyahwatpalingampuh.alfianherbal.com/ untuk mengetahui informasi kesehatan lainnya , karena kami akan terus update setiap harinya.

Baca juga : Manfaat Biji Buah Mahoni Untuk Kesehatan

Tips Mengontrol Gangguan Bipolar

label, , , ,

About the author

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *